sharing is caring :)

PARE #2 (HABIS)


Bismillahirrahmanirrahim.

Postingan ini masih seputar Pare, sebuah kecamatan yang terletak di kabupaten Kediri, Jawa Timur. Hmm kalau menurut saya, Pare yang dikenal sebagai Kampung Wisata Bahasa ini sebenarnya tidak hanya cocok dijadikan kota wisata edukasi saja,tetapi juga bisa dijadikan rekomendasi tempat kuliner yang asyik khususnya bagi teman-teman pencinta kuliner lhoo d ^___^ b. Berikut sedikit gambaran mengenai Pare yang saya rangkum berdasarkan pengalaman saya 3 minggu berlibur disana:

1. TATA RUANG WILAYAH

Hmm.. bingung mencari istilah yang tepat; tata kota, tata wilayah, atau apalah namanya…hehe,yang pasti secara administratif Pare adalah kecamatan dan bukan merupakan sebuah kota. Terletak 25 km sebelah timur laut Kota Kediri, atau 120 km barat daya Kota Surabaya, wilayah yang dikenal dengan oleh-oleh tahunya ini berada pada jalur Kediri-Malang dan jalur Jombang-Kediri serta Jombang – Blitar. Berhubung saya hanya mengunjungi beberapa desa dari buanyaak desa yang terdapat di kecamatan Pare,jadi yang saya maksud disini sebenarnya terbatas pada daerah –daerah yang saya kunjungi saja ya,hehe (kok kesannya maksa yaa? ^_^’ ) . Saya menyukai tata wilayahnya secara keseluruhan. Di Pare,khususnya desa Tulungrejo, berbagai bangunan dan rumah penduduk secara umum sudah tertata rapi dengan ketersediaan area hijau hampir di setip rumah. Pada beberapa radius tertentu, saya masih bisa menemukan hamparan sawah yang luas terbentang ataupun kebun-kebun warga yang menghijau. Sesekali saya juga menemukan hewan-hewan ternak yang sedang digiring oleh pemiliknya menuju kandang,hehe. Disini banyak rumah penduduk pribumi yang akhirnya menjadi multifungsi karena juga dijadikan sebagai tempat kursusan, kos-kosan, atau warung makan. Tidak banyak ditemui jalanan utama (jalan raya) dimana banyak kendaraan jarak jauh seperti bis dan travel dapat berlalu lalang. Bersepeda di jalan raya pun tidak terlalu berbahaya karena luasnya jalan dan jarangnya kendaraan besar yang melintas. Meskipun begitu, tentu saja  kita tetap perlu waspada dan memperhatikan ketentuan lalu lintas yang berlaku :)

2. TRANSPORTASI

Sepeda adalah primadona alat transportasi yang digunakan di kampung Pare. Pada umumnya, teman-teman yang datang ke Pare akan memilih sepeda sebagai alat transportasi yang murah meriah untuk mengakses tempat-tempat kursus yang berjarak jauh dari kosan. Biaya sewa sepeda di Pare tergolong murah,hanya berkisar 40 ribu hingga 50 ribu rupiah per bulannya. baca selengkapnya

No Comments »

PARE #1

Bismillahirrahmanirrahim.

Hmm..sudah lama sekali nggak buat postingan di blog. Mungkin itulah sebabnya mengapa ketika ingin memulai menulis kembali, mendadak jari-jari saya sedikit berkeringat dingin dan merasa lebih kaku menari di atas keyboard >_<..

Kali ini saya ingin mereview pengalaman saya selama kurang lebih 20 hari di Pare pada pertengahan oktober lalu. Padahal sudah lama sekali yah^^, tetapi entah mengapa saya merasa pada suatu waktu, saya ‘harus’ menulis tentangnya.

Sebelumnya saya mengenal pare sebagai salah satu jenis sayuran yang selalu saya hindari ketika memakan siomay ( tahu kan sayuran berwarna hijau dengan bentuk mirip buah paprika hijau dengan rasa sepat-sepat pahit ketika memakannya? ), meskipun mungkin kandungan gizinya banyak,entah mengapa saya tidak bisa bertahan dengan rasa ‘pahit’nya yang menyengat,hehe *semoga kebiasaan ini suatu saat berubah -_-*. Kali kedua saya mengenal pare adalah ketika merasa prihatin dengan kondisi pasca kelulusan yang tidak banyak berubah, dengan pengetahuan bahasa inggris yang masih minim oleh karena jarang digunakan terutama semenjak berada di bangku kuliah. Di saat itulah, saya tertarik untuk mencari rekomendasi belajar bahasa inggris dari beberapa teman. Akhirnya, munculah nama “Pare” sebagai salah satu alternatif tempat belajar bahasa inggris yang menyenangkan menurut teman saya. baca selengkapnya

No Comments »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.