Seharusnya saya sedang mengerjakan tugas liburan, tapi tangan saya tiba-tiba memaksa saya untuk menulis, entah apa namanya karena saya tidak tahu ingin menulis apa
Uhm, sejujurnya saya merasa malu sekali. Malu pada diri saya sendiri. Komitmen yang dulu pernah tersemat dalam hati untuk rajin menuangkan tulisan setidaknya pada folder pribadi di –bukucatatan- saya ternyata tidak juga terlaksana. Sebagaimana halnya sejumlah mimpi yang saya tuliskan ternyata masih berkelumit di batas angan-angan saya. Hmm, tetapi tunggu dulu, mohon maaf untuk kata2 saya barusan, izinkanlah saya meralatnya.Tidak seharusnya saya berkata semuanya masih dalam angan-angan, tetapi insya ALLAH semuanya sedang dalam proses, ya, proses seorang manusia yang ingin sekali mewujudkan mimpi-mimpinya. Merubah rangkaian mimpinya menjadi sebuah episode kehidupan yang kelak akan disambanginya. Tentu, semua atas kehendak tuhannya. Berharap kolaborasi dari ikhtiar dan doanya kemudian di-acc oleh Tuhan menjadi takdir baginya.
Tapi Allah selalu mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya..
Ia lebih mengetahui apa yang saya butuhkan, meskipun hal tersebut tak pernah terbesit sekelebat pun dalam benak saya.Allah mungkin tidak hanya ingin menilai seluk beluk proses manusia dalam menggapai mimpi, tetapi lebih dari itu, Dia juga ingin mengetahui berbagai ekspresi manusia dalam menerima segala akhir dari ikhtiarnya. Planning yang disusun-Nya selalu saja jauh lebih matang, karena tidak hanya melibatkan pelajaran di masa lalu, kondisi di masa kini, dan jauh dari label ‘proyeksi’ hasil terka makhluk bernama manusia karena Dia benar2 mengetahui persis apa yang akan terjadi pada hamba-Nya di masa yang akan datang. Sekekeuh apapun kita dengan rencana kita, sehebat apapun rencana yang kita miliki, percayalah, pada akhirnya hanya rencana-Nya lah yang akan terjadi..
Hmmmm, jadiii..apakah impian-impian itu masih saya butuhkan? Iya saya masih membutuhkannya, hingga saat ini dan seterusnya saya rasa saya benar2 membutuhkannya. Karena hidup dengan impian itu lebih indah. Bikin hidup lebih hidup,kata sebuah iklan. Bikin hidup kita lebih terarah, mencoba mengetahui harapan saya apa dan bagaimana mendapatkannya. Tetapi jika harapan itu semu, jauh dari realitas, dan hanya membuat hidup saya makin tidak produktif karena hanya dipenuhi dengan lamunan, saya harus menghindarinya..sebab Rasulullah pun melarang umatnya untuk berangan-angan yang berlebihan.
Huuffhh..*tariknafas* Baiklah, saya jadi semangat lagi nih
bismillah.. wahai diri yang penuh kefakiran, jangan pernah bosan positive thinking terhadap rencana-Nya ya! Hadirkan Dia selalu dalam setiap rencana kita, dalam setiap langkah kita, dan dalam doa panjang kita maka insya ALLAH segala sesuatu yang terjadi tak lepas dari pengawasan dan ridha-Nya. Bersyukur sejauh apa pun pencapaian yang telah kita dapatkan. Dan berterimakasihlah atas keberadaan orang-orang disekitar yang telah tulus menyokong kita meraih cita-cita dan membuat hidup menjadi lebih indah. Terus berusaha. Hingga lelah itu lelah mengejarmu. Takut itu takut menghantuimu. Pesimistis itu pesimis mengikuti jejakmu. Hingga kau bisa melepas penatmu di tempat peristirahatan terindah; syurga-Nya..:)
Bismillah..luruskan niat..perbaharui semangat..^^