sharing is caring :)

Berpikir Investasi :)

Bismillahirrahmanirrahim..

Just for sharing  aja :) , ada dosen saya yang rajin sekali mengingatkan, ketika kita sudah memutuskan untuk menikah, kelak kita akan mendapati beban hidup kita menjadi semakin berat  oleh karena kebutuhan yang bertambah banyak, mulai dari biaya makan sehari-hari, tempat tinggal, listrik, air, kendaraan, kesehatan, persalinan, pendidikan anak, dan lainnya. Setiap tahunnya, hampir dapat dipastikan kita akan selalu berhadapan dengan yang namanya inflasi. Inflasi ini adalah kenaikan jumlah uang yang beredar akibat penurunan nilai mata uang sehingga mengakibatkan harga-harga barang jadi naik. Dampak inflasi  bisa dilihat dari kenaikan harga kebutuhan-kebutuhan pokok di pasar disusul dengan kenaikan harga barang lainnya. Sederhananya, jika saat ini harga cabai adalah Rp 6000,- per kg kemudian bulan depan harganya naik  menjadi Rp 6600,- per kg, maka dapat diasumsikan telah terjadi inflasi sebesar 10% (10% x 6000 = Rp 600,- ). Rata-rata inflasi di Indonesia sepanjang lima tahun terakhir adalah  sekitar 8%. Jadi, bisakah kita bayangkan berapa harga cabai tahun 2016 jika sepanjang tahunnya harga cabai terus naik sebesar 8%?:D

Berbeda halnya dengan sektor pendidikan. Inflasi pada sektor ini lebih sulit diprediksi dibandingkan sektor lainnya karena tidak mengikuti laju inflasi secara umum. Bahkan, ketika subsidi pendidikan pada APBN kita sudah mencapai 20% saja, pendidikan tetap lah menjadi sektor yang banyak memakan biaya, yang tidak jarang semakin mencekik kehidupan masyarakat, terutama yang berada pada tingkat ekonomi menengah ke bawah. Pada tahun ini saja laju inflasinya bisa dua kali lebih besar dari laju inflasi normal, jadilah biaya pendidikan kita semakin mahal, ckck.. :(

Yang mungkin menjadi pertanyaan, bagaimana  kita bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup kita nantinya? Sebagai manusia beragama, insya ALLAH kita percaya akan adanya Allah SWT yang telah mengatur rezeki setiap makhluk dan memberikan jalan keluar bagi setiap permasalahan hamba-Nya. Tetapi, sebagai hamba-Nya kita juga diminta berikhtiar dalam rangka memperbaiki kehidupan (QS 13:11). Ada banyak ikhtiar yang dapat dilakukan termasuk dengan bekerja tetap demi memenuhi pundi-pundi keuangan. Tetapi rasanya kurang memungkinkan juga jika kita hanya mengandalkan income perbulan kita yang notabene apabila tidak terkelola dengan baik, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan bulanan saja. Dengan demikian  kita mulai dituntut untuk lebih bijak dalam mengalokasikan pendapatan kita ke beberapa ‘dompet’, mulai dari yang sifatnya wajib dilunasi seperti hutang, kredit  dan zakat, kemudian simpanan, investasi, dan terakhir adalah  konsumsi. Masing-masing  ’dompet’  bisa kita beri bobot sesuai dengan prioritas. Misalnya setalah dipakai untuk membayar hutang (jika ada), maka sisa dari prnghasilan tsb bisa dialokasikan 10% untuk  zakat dan infaq, 10% untuk saving, 20% untuk investing, dan 60% terakhir baru untuk konsumsi .

Pertanyaan selanjutnya, kegiatan investasi mana yang dapat  ‘mengembangbiakkan’ uang kita lebih banyak? Supaya efektif mendapatkan keuntungan, maka perkembangan investasi  idealnya bisa berada di atas tingkat inflasi. Sebagai contoh, jika kita melakukan kegiatan investasi dengan menyimpan uang Rp 10 juta dalam bentuk deposito syariah di awal tahun 2010 dengan bagi hasil 4.5 %, sedangkan inflasi dalam lima  tahun terakhir ini selalu di atas 6%, maka investasi tersebut tidak efektif.  Jika pada 1 Januari 2010 uang sebesar Rp 10 juta didepositokan, maka pada 1 Januari 2011 uang tersebut akan berkembang sebesar 4.5% yaitu Rp 10.450.000. Walaupun angkanya terlihat lebih besar, nilainya lebih kecil dibandingkan pada awal investasi karena pada masa tersebut harga-harga kebutuhan pokok diperkirakan meningkat sebesar 6%.  Salah satu keuntungan deposito adalah tidak dikenai biaya administrasi bulanan sebagaimana halnya tabungan. Untuk tabungan sendiri harus dilihat dengan cermat, apakah dana yang kita simpan itu dapat meng-cover kebutuhan kita di masa yang akan datang?  Sebab jika kita menabung di bank syariah Rp 500.000,- dengan tingkat bagi hasil 2,5% sedangkan  biaya administrasi per bulan pada bank tsb adalah Rp 10.000,- maka  keuntungan yang sebenarnya kita dapatkan hanyalah Rp 2500,- saja (Rp 12.500 – Rp 10.000). Nilai ini jelas  masih jauh di bawah laju inflasi yang besarnya 6% tadi.

Terdapat banyak sekali alternatif investasi. Tetapi di antara sekian banyak alternatif investasi yang ada,  saya mengambil kesimpulan setidaknya ada 3 alternatif investasi yang banyak direkomendasikan oleh para  praktisi keuangan. Ketiganya itu terdiri dari emas, properti, dan pasar modal:

  • Gold (emas). Emas termasuk investasi primadona yang seringkali dianggap tahan inflasi. Emas merupakan bentuk investasi yang paling mudah dilakukan karena tidak membutuhkan belajar banyak teori untuk mempraktikannya. Sudah menjadi kebiasaan umum apabila banyak masyarakat Indonesia yang memilih berinvestasi emas untuk memenuhi kebutuhan masa depannya. Emas yang merupakan material mata uang di zaman Rasulullah SAW ini juga telah terbukti anti inflasi. Sejak zaman Rasulullah SAW hingga kini, dengan satu dinar emas saja kita sudah bisa membeli seekor kambing!:D
  • Property (properti). Jumlah penduduk yang kian bertambah membuat kebutuhan akan properti, seperti tanah dan rumah, menjadi meningkat. Akibatnya, harga tanah dan properti, terutama di perkotaan, semakin meningkat. Ada tiga aspek utama yang menjadi kunci keberhasilan berinvestasi di bidang properti yaitu: lokasi, lokasi, dan lokasi. Mengapa lokasi? Karena kriteria utama pemilihan properti yang biasanya berada dalam pikiran masyarakat adalah lokasinya, meskipun hal ini nggak berlaku secara umum. Tetapi, jika lokasi properti kita berada dalam daerah yang strategis dan progresif (berkembang) , maka hampir bisa dipastikan nilainya akan terus meningkat bahkan diatas 100 %  dalam kurun waktu beberapa tahun saja (melebihi laju inflasi).
  • Capital Market (pasar modal).  Alternatif lainnya yang sedang booming  adalah pasar modal. Ada banyak instrumen yang diperjualbelikan di pasar modal seperti saham, bond, reksadana, Sertifikat Bank Indonesia, dan Obligasi Republik Indonesia (ORI).  Hanya saja, belum banyak masyarakat Indonesia yang terjun ke dalam investasi ini. Di Bursa Efek Indonesia sendiri, baru sekitar 40.000 orang yang membuka rekening saham untuk melakukan trading. Hal ini mungkin tidak lepas dari berbagai rumor negatif yang kerap menimpa dunia pasar modal, seperti isu bentuk perjudian yang di-legal-kan,  spekulasi harga saham, hingga halal-haramnya berinvestasi pasar modal. Sudah banyak literatur yang membahas masalah ini (silakan cari referensinya di toko buku atau browsing di internet :D ) ,hmm kalau saya pribadi berpendapat pada intinya saham bukanlah bentuk perjudian sebab di pasar modal, ‘masa depan’  investasi kita tidak ditentukan dengan secarik kertas, akan tetapi bergantung sejauh mana kinerja perusahaan tempat kita berinvestasi, yang mana kita dapat menilainya melalui laporan keuangan perusahaan yang dipublish pada setiap akhir periode, respon masyarakat terhadap produk perusahaan, dan data-data pendukung lainnya yang bisa kita pantau dari berbagai media yang meliput perusahaan tersebut. Dalam pasar modal sendiri, kita mengenal analisis fundamental dan analisis teknikal yang mendasari keputusan saham apa saja yang menjadi pilihan berinvestasi. Sayangnya, tidak sedikit pula investor yang tidak menggunakan kedua kedua jenis analisis tersebut dan hanya menggunakan pendekatan insting saja tanpa berpijak pada pengetahuan apa-apa. Inilah yang memicu terbentuknya opini bahwa saham itu  tidak berbeda dengan perjudian (gambling). Dengan menjual saham pada saat IPO (Initial Public Offering), perusahaan akan mendapatkan dana segar untuk mengembangkan usahanya. Terdapat beberapa contoh perusahaan yang mengalami pertumbuhan pesat semenjak memutuskan mejadi perusahaan go public. Sebagai contoh, perusahaan Astra International.  Pada saat IPO, Astra mengeluarkan saham dengan harga penawaran Rp 14.850 per lembar. Saat ini per 9 september 2011 harganya sudah mencapai  Rp 70.300,- per lembarnya. Kenaikan harga saham ini tidak lepas dari prestasi perusahaan dalam memanfaatkan modal berupa saham untuk ekspansi usaha dan menciptakan laba. Saat ini Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah merumuskan fatwa halal perdagangan pasar modal syariah. MUI meluncurkan Fatwa No. 80 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Regular Bursa Efek. Sejak diluncurkannya Indeks Saham Syariah pada Mei 2011 lalu, saat ini sudah ada 214 perusahaan yang tercatat memperdagangkan efek syariah.

Well, yang mana investasi pilihanmu? hmm apapun investasinya, semoga kita tidak melupakan sedekah karena justru sedekah lah yang sesungguhnya  memperkaya hati dan harta kita..insya Allah :)

Wallahualam bishawwab.

No Comments »

Khatib dan Khutbah Wada’nya

Bismillahirrahmanirrahim.

Mungkin bagi sebagian besar orang, satu syawal menjadi hari penuh bahagia. Hari penuh suka cita. Hari yang menenangkan atas kemenangan yang diraih setelah sebulan lamanya kita bertarung dengan musuh terkuat kita, hawa nafsu kita. Hari yang penuh haru dimana lafadz tauhid diserukan dari berbagai penjuru. Hari yang menghibur, penuh rasa syukur.

Tetapi, entah apa yang dirasakan oleh keluarga khatib itu. Ya, khatib Idul Fitri yang mungkin tidak menyangka khutbah paska shalat ied menjadi amal shalih terakhir yang dikerjakannya. Khatib yang mungkin tidak menyangka beberapa saat lamanya malaikat maut sesungguhnya menjadi makhluk terdekat yang menemaninya, menyimak khutbahnya, menunggunya menyelesaikan barang sepuluh sampai lima belas menit qaulan tsaqila yang ringan meluncur dari bibirnya. Lewat perantaraan malaikatnya, Allah memberinya kesempatan barang beberapa menit untuk menyampaikan berbagai keutamaan Idul Fitri dan makna apa saja yang terkandung didalamnya.

Hingga waktunya pun tiba.

Belum sempat beliau menyelesaikan khutbahnya, tubuhnya sudah oleng, lantas tersungkur jatuh menghantam mimbar didepannya. Membuat mikrofon terjatuh dan mengeluarkan bunyi deziing  yang nyaring. Menghentakkan ribuan jamaah shalat Ied yang ‘membanjir’ di hadapannya. Sang  khatib mendapat serangan jantung mendadak. Pingsan seketika. Jamaah shalat ied panik,  syok karena tidak tampak sedikitpun tanda sang khatib sedang menderita sakit. Kalimat-kalimat tauhid yang semula dilafadzkan kini berganti menjadi lafadz istighfar dan doa keselamatan untuk sang khatib. Dan, innalillahi wa inna ilaihi rajiun…gesitnya Honda CRV yang membawanya menuju RS terdekat ternyata tidak dapat menyelamatkan nyawa profesor ahli syariah itu.

Masya ALLAH, inilah kali kedua saya diingatkan tentang kematian di hari raya. Kejadian dua tahun lalu masih membekas dalam ingatan (kisahnya bisa dilihat disini). Dan kali ini, kembali Allah menegur, tidak hanya saya dan keluarga, tetapi juga ribuan jamaah yang ‘memutihkan’ alun-alun kabupaten Majalengka di pagi hari yang fitri itu.

Persoalan hidup dan mati berada diluar jangkauan kekuasaan manusia. Tidak ada yang bisa memprediksi kapan maut menjemputnya. Tidak ada yang dapat mengetahui dalam keadaan apa malaikat Izrail memanggilnya. Tidak ada yang menerka seberapa bahagia atau justru seberapa tersiksanya ia menghadapi sakaratul maut. Tidak ada yang tahu kecuali Ia yang Maha Mengetahui. Tidak ada yang tahu kecuali Ia tempat kembali.

Jadi teringat dengan ucapan seorang hafidzhah, “Jangan terlalu cepat memberikan penilaian pada seseorang. Seseorang itu baru bisa kelihatan dia orang baik atau nggak, setelah kematiannya,” hmm..sangat layak untuk direnungi sepertinya :)

Ya Rabb, muliakanlah hidup kami dan matikanlah kami dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin

Wallahualam bisshawwab.

2 Comments »

Kontemplasi

Seharusnya saya sedang mengerjakan tugas liburan, tapi tangan saya tiba-tiba memaksa saya untuk menulis, entah apa namanya karena saya tidak tahu ingin menulis  apa :D

Uhm, sejujurnya saya merasa malu sekali. Malu pada diri saya sendiri. Komitmen yang dulu pernah tersemat dalam hati untuk rajin menuangkan tulisan setidaknya pada folder pribadi di –bukucatatan- saya ternyata tidak juga terlaksana. Sebagaimana halnya sejumlah mimpi yang saya tuliskan ternyata masih berkelumit di batas angan-angan saya. Hmm, tetapi tunggu dulu, mohon maaf untuk kata2 saya barusan, izinkanlah saya meralatnya.Tidak seharusnya saya berkata semuanya masih dalam angan-angan, tetapi insya ALLAH semuanya sedang dalam proses, ya, proses seorang manusia yang ingin sekali mewujudkan mimpi-mimpinya. Merubah rangkaian mimpinya menjadi sebuah episode kehidupan yang kelak akan disambanginya. Tentu, semua atas kehendak tuhannya. Berharap kolaborasi dari ikhtiar dan doanya kemudian di-acc oleh Tuhan menjadi takdir baginya.

Tapi Allah selalu mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya..

Ia lebih mengetahui apa yang saya butuhkan, meskipun hal tersebut tak pernah terbesit sekelebat pun dalam benak saya.Allah mungkin tidak hanya ingin menilai seluk beluk proses manusia dalam menggapai mimpi, tetapi lebih dari itu, Dia juga ingin mengetahui berbagai ekspresi manusia dalam menerima segala akhir dari ikhtiarnya. Planning yang disusun-Nya selalu saja jauh lebih matang, karena tidak hanya melibatkan pelajaran di masa lalu, kondisi di masa kini, dan jauh dari label ‘proyeksi’ hasil terka makhluk bernama manusia karena Dia benar2 mengetahui persis apa yang akan terjadi pada hamba-Nya di masa yang akan datang. Sekekeuh apapun kita dengan rencana kita, sehebat apapun rencana yang kita miliki, percayalah, pada akhirnya hanya rencana-Nya lah yang akan terjadi..

Hmmmm, jadiii..apakah impian-impian itu masih saya butuhkan? Iya saya masih membutuhkannya, hingga saat ini dan seterusnya saya rasa saya benar2 membutuhkannya. Karena hidup dengan impian itu lebih indah. Bikin hidup lebih hidup,kata sebuah iklan. Bikin hidup kita lebih terarah, mencoba mengetahui harapan saya apa dan bagaimana mendapatkannya. Tetapi jika harapan itu semu, jauh dari realitas, dan hanya membuat hidup saya makin tidak produktif karena hanya dipenuhi dengan lamunan, saya harus menghindarinya..sebab Rasulullah pun melarang umatnya untuk berangan-angan yang berlebihan.

Huuffhh..*tariknafas* Baiklah, saya jadi semangat lagi nih  :D bismillah.. wahai diri yang penuh kefakiran, jangan pernah bosan positive thinking terhadap rencana-Nya ya! Hadirkan Dia selalu dalam setiap rencana kita, dalam setiap langkah kita, dan dalam doa panjang kita maka insya ALLAH segala sesuatu yang terjadi tak lepas dari pengawasan dan ridha-Nya. Bersyukur sejauh apa pun pencapaian yang telah kita dapatkan. Dan berterimakasihlah atas keberadaan orang-orang disekitar yang telah tulus menyokong kita meraih cita-cita dan membuat hidup menjadi lebih indah. Terus berusaha. Hingga lelah itu lelah mengejarmu. Takut itu takut menghantuimu. Pesimistis itu pesimis mengikuti jejakmu. Hingga kau bisa melepas penatmu di tempat peristirahatan terindah; syurga-Nya..:)

Bismillah..luruskan niat..perbaharui semangat..^^

No Comments »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.