sharing is caring :)

RESOLUSI 2012

masya Allah..nggak sengaja menemukan editing picture yang tepat-sasaran ini (sama dengan harapan enyak aye pula,hehe)..2 dari 5 resolusi 2012 ku: KELULUSAN dan MEMULAI BISNIS MANDIRI,hee..bismillahirrahmanirrahim, semoga ini baik bagi-Mu dan baik bagiku..mudahkan ya, ya Allah ..:)

No Comments »

Memancing Cita-Cita

Mengejar cita-cita itu mungkin bisa dianalogikan dengan kegiatan memancing. Ibaratnya,ikan di dasar kolam adalah cita-cita, sedangkan tali pancingan +kailnya adalah sarana yang diberikan Allah kepada kita untuk berikhtiar. Jika ikannya besar,semakin besar pula tenaga yang dibutuhkan untuk menariknya ke permukaan. Sebaliknya,jika ikannya kecil, semakin ringan tenaga yang dibutuhkan untuk menariknya. (Risiko berbanding lurus dengan hasil). Nah kalau ikannya lepas????mungkin aja ikan tsb beracun,atau masih terlalu muda, masih punya potensi bertelur yang banyak :D artinya, seberapapun usaha yang sudah ditempuh, selalu lah berprasangka baik terhadap keputusan-Nya karena selalu ada maksud baik dari setiap peristiwa yg terjadi. Yakinlah..bahwa Ia yang Maha Terpuji tdk akan bersikap cela kepada hamba-Nya  :)

# edisi menunggu kereta, setelah sekian lama absen menjadi anker [anak kereta]

No Comments »

Berpikir Investasi :)

Bismillahirrahmanirrahim..

Just for sharing  aja :) , ada dosen saya yang rajin sekali mengingatkan, ketika kita sudah memutuskan untuk menikah, kelak kita akan mendapati beban hidup kita menjadi semakin berat  oleh karena kebutuhan yang bertambah banyak, mulai dari biaya makan sehari-hari, tempat tinggal, listrik, air, kendaraan, kesehatan, persalinan, pendidikan anak, dan lainnya. Setiap tahunnya, hampir dapat dipastikan kita akan selalu berhadapan dengan yang namanya inflasi. Inflasi ini adalah kenaikan jumlah uang yang beredar akibat penurunan nilai mata uang sehingga mengakibatkan harga-harga barang jadi naik. Dampak inflasi  bisa dilihat dari kenaikan harga kebutuhan-kebutuhan pokok di pasar disusul dengan kenaikan harga barang lainnya. Sederhananya, jika saat ini harga cabai adalah Rp 6000,- per kg kemudian bulan depan harganya naik  menjadi Rp 6600,- per kg, maka dapat diasumsikan telah terjadi inflasi sebesar 10% (10% x 6000 = Rp 600,- ). Rata-rata inflasi di Indonesia sepanjang lima tahun terakhir adalah  sekitar 8%. Jadi, bisakah kita bayangkan berapa harga cabai tahun 2016 jika sepanjang tahunnya harga cabai terus naik sebesar 8%?:D

Berbeda halnya dengan sektor pendidikan. Inflasi pada sektor ini lebih sulit diprediksi dibandingkan sektor lainnya karena tidak mengikuti laju inflasi secara umum. Bahkan, ketika subsidi pendidikan pada APBN kita sudah mencapai 20% saja, pendidikan tetap lah menjadi sektor yang banyak memakan biaya, yang tidak jarang semakin mencekik kehidupan masyarakat, terutama yang berada pada tingkat ekonomi menengah ke bawah. Pada tahun ini saja laju inflasinya bisa dua kali lebih besar dari laju inflasi normal, jadilah biaya pendidikan kita semakin mahal, ckck.. :(

Yang mungkin menjadi pertanyaan, bagaimana  kita bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup kita nantinya? Sebagai manusia beragama, insya ALLAH kita percaya akan adanya Allah SWT yang telah mengatur rezeki setiap makhluk dan memberikan jalan keluar bagi setiap permasalahan hamba-Nya. Tetapi, sebagai hamba-Nya kita juga diminta berikhtiar dalam rangka memperbaiki kehidupan (QS 13:11). Ada banyak ikhtiar yang dapat dilakukan termasuk dengan bekerja tetap demi memenuhi pundi-pundi keuangan. Tetapi rasanya kurang memungkinkan juga jika kita hanya mengandalkan income perbulan kita yang notabene apabila tidak terkelola dengan baik, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan bulanan saja. Dengan demikian  kita mulai dituntut untuk lebih bijak dalam mengalokasikan pendapatan kita ke beberapa ‘dompet’, mulai dari yang sifatnya wajib dilunasi seperti hutang, kredit  dan zakat, kemudian simpanan, investasi, dan terakhir adalah  konsumsi. Masing-masing  ’dompet’  bisa kita beri bobot sesuai dengan prioritas. Misalnya setalah dipakai untuk membayar hutang (jika ada), maka sisa dari prnghasilan tsb bisa dialokasikan 10% untuk  zakat dan infaq, 10% untuk saving, 20% untuk investing, dan 60% terakhir baru untuk konsumsi .

Pertanyaan selanjutnya, kegiatan investasi mana yang dapat  ‘mengembangbiakkan’ uang kita lebih banyak? Supaya efektif mendapatkan keuntungan, maka perkembangan investasi  idealnya bisa berada di atas tingkat inflasi. Sebagai contoh, jika kita melakukan kegiatan investasi dengan menyimpan uang Rp 10 juta dalam bentuk deposito syariah di awal tahun 2010 dengan bagi hasil 4.5 %, sedangkan inflasi dalam lima  tahun terakhir ini selalu di atas 6%, maka investasi tersebut tidak efektif.  Jika pada 1 Januari 2010 uang sebesar Rp 10 juta didepositokan, maka pada 1 Januari 2011 uang tersebut akan berkembang sebesar 4.5% yaitu Rp 10.450.000. Walaupun angkanya terlihat lebih besar, nilainya lebih kecil dibandingkan pada awal investasi karena pada masa tersebut harga-harga kebutuhan pokok diperkirakan meningkat sebesar 6%.  Salah satu keuntungan deposito adalah tidak dikenai biaya administrasi bulanan sebagaimana halnya tabungan. Untuk tabungan sendiri harus dilihat dengan cermat, apakah dana yang kita simpan itu dapat meng-cover kebutuhan kita di masa yang akan datang?  Sebab jika kita menabung di bank syariah Rp 500.000,- dengan tingkat bagi hasil 2,5% sedangkan  biaya administrasi per bulan pada bank tsb adalah Rp 10.000,- maka  keuntungan yang sebenarnya kita dapatkan hanyalah Rp 2500,- saja (Rp 12.500 – Rp 10.000). Nilai ini jelas  masih jauh di bawah laju inflasi yang besarnya 6% tadi.

Terdapat banyak sekali alternatif investasi. Tetapi di antara sekian banyak alternatif investasi yang ada,  saya mengambil kesimpulan setidaknya ada 3 alternatif investasi yang banyak direkomendasikan oleh para  praktisi keuangan. Ketiganya itu terdiri dari emas, properti, dan pasar modal:

  • Gold (emas). Emas termasuk investasi primadona yang seringkali dianggap tahan inflasi. Emas merupakan bentuk investasi yang paling mudah dilakukan karena tidak membutuhkan belajar banyak teori untuk mempraktikannya. Sudah menjadi kebiasaan umum apabila banyak masyarakat Indonesia yang memilih berinvestasi emas untuk memenuhi kebutuhan masa depannya. Emas yang merupakan material mata uang di zaman Rasulullah SAW ini juga telah terbukti anti inflasi. Sejak zaman Rasulullah SAW hingga kini, dengan satu dinar emas saja kita sudah bisa membeli seekor kambing!:D
  • Property (properti). Jumlah penduduk yang kian bertambah membuat kebutuhan akan properti, seperti tanah dan rumah, menjadi meningkat. Akibatnya, harga tanah dan properti, terutama di perkotaan, semakin meningkat. Ada tiga aspek utama yang menjadi kunci keberhasilan berinvestasi di bidang properti yaitu: lokasi, lokasi, dan lokasi. Mengapa lokasi? Karena kriteria utama pemilihan properti yang biasanya berada dalam pikiran masyarakat adalah lokasinya, meskipun hal ini nggak berlaku secara umum. Tetapi, jika lokasi properti kita berada dalam daerah yang strategis dan progresif (berkembang) , maka hampir bisa dipastikan nilainya akan terus meningkat bahkan diatas 100 %  dalam kurun waktu beberapa tahun saja (melebihi laju inflasi).
  • Capital Market (pasar modal).  Alternatif lainnya yang sedang booming  adalah pasar modal. Ada banyak instrumen yang diperjualbelikan di pasar modal seperti saham, bond, reksadana, Sertifikat Bank Indonesia, dan Obligasi Republik Indonesia (ORI).  Hanya saja, belum banyak masyarakat Indonesia yang terjun ke dalam investasi ini. Di Bursa Efek Indonesia sendiri, baru sekitar 40.000 orang yang membuka rekening saham untuk melakukan trading. Hal ini mungkin tidak lepas dari berbagai rumor negatif yang kerap menimpa dunia pasar modal, seperti isu bentuk perjudian yang di-legal-kan,  spekulasi harga saham, hingga halal-haramnya berinvestasi pasar modal. Sudah banyak literatur yang membahas masalah ini (silakan cari referensinya di toko buku atau browsing di internet :D ) ,hmm kalau saya pribadi berpendapat pada intinya saham bukanlah bentuk perjudian sebab di pasar modal, ‘masa depan’  investasi kita tidak ditentukan dengan secarik kertas, akan tetapi bergantung sejauh mana kinerja perusahaan tempat kita berinvestasi, yang mana kita dapat menilainya melalui laporan keuangan perusahaan yang dipublish pada setiap akhir periode, respon masyarakat terhadap produk perusahaan, dan data-data pendukung lainnya yang bisa kita pantau dari berbagai media yang meliput perusahaan tersebut. Dalam pasar modal sendiri, kita mengenal analisis fundamental dan analisis teknikal yang mendasari keputusan saham apa saja yang menjadi pilihan berinvestasi. Sayangnya, tidak sedikit pula investor yang tidak menggunakan kedua kedua jenis analisis tersebut dan hanya menggunakan pendekatan insting saja tanpa berpijak pada pengetahuan apa-apa. Inilah yang memicu terbentuknya opini bahwa saham itu  tidak berbeda dengan perjudian (gambling). Dengan menjual saham pada saat IPO (Initial Public Offering), perusahaan akan mendapatkan dana segar untuk mengembangkan usahanya. Terdapat beberapa contoh perusahaan yang mengalami pertumbuhan pesat semenjak memutuskan mejadi perusahaan go public. Sebagai contoh, perusahaan Astra International.  Pada saat IPO, Astra mengeluarkan saham dengan harga penawaran Rp 14.850 per lembar. Saat ini per 9 september 2011 harganya sudah mencapai  Rp 70.300,- per lembarnya. Kenaikan harga saham ini tidak lepas dari prestasi perusahaan dalam memanfaatkan modal berupa saham untuk ekspansi usaha dan menciptakan laba. Saat ini Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah merumuskan fatwa halal perdagangan pasar modal syariah. MUI meluncurkan Fatwa No. 80 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Regular Bursa Efek. Sejak diluncurkannya Indeks Saham Syariah pada Mei 2011 lalu, saat ini sudah ada 214 perusahaan yang tercatat memperdagangkan efek syariah.

Well, yang mana investasi pilihanmu? hmm apapun investasinya, semoga kita tidak melupakan sedekah karena justru sedekah lah yang sesungguhnya  memperkaya hati dan harta kita..insya Allah :)

Wallahualam bishawwab.

No Comments »

Khatib dan Khutbah Wada’nya

Bismillahirrahmanirrahim.

Mungkin bagi sebagian besar orang, satu syawal menjadi hari penuh bahagia. Hari penuh suka cita. Hari yang menenangkan atas kemenangan yang diraih setelah sebulan lamanya kita bertarung dengan musuh terkuat kita, hawa nafsu kita. Hari yang penuh haru dimana lafadz tauhid diserukan dari berbagai penjuru. Hari yang menghibur, penuh rasa syukur.

Tetapi, entah apa yang dirasakan oleh keluarga khatib itu. Ya, khatib Idul Fitri yang mungkin tidak menyangka khutbah paska shalat ied menjadi amal shalih terakhir yang dikerjakannya. Khatib yang mungkin tidak menyangka beberapa saat lamanya malaikat maut sesungguhnya menjadi makhluk terdekat yang menemaninya, menyimak khutbahnya, menunggunya menyelesaikan barang sepuluh sampai lima belas menit qaulan tsaqila yang ringan meluncur dari bibirnya. Lewat perantaraan malaikatnya, Allah memberinya kesempatan barang beberapa menit untuk menyampaikan berbagai keutamaan Idul Fitri dan makna apa saja yang terkandung didalamnya.

Hingga waktunya pun tiba.

Belum sempat beliau menyelesaikan khutbahnya, tubuhnya sudah oleng, lantas tersungkur jatuh menghantam mimbar didepannya. Membuat mikrofon terjatuh dan mengeluarkan bunyi deziing  yang nyaring. Menghentakkan ribuan jamaah shalat Ied yang ‘membanjir’ di hadapannya. Sang  khatib mendapat serangan jantung mendadak. Pingsan seketika. Jamaah shalat ied panik,  syok karena tidak tampak sedikitpun tanda sang khatib sedang menderita sakit. Kalimat-kalimat tauhid yang semula dilafadzkan kini berganti menjadi lafadz istighfar dan doa keselamatan untuk sang khatib. Dan, innalillahi wa inna ilaihi rajiun…gesitnya Honda CRV yang membawanya menuju RS terdekat ternyata tidak dapat menyelamatkan nyawa profesor ahli syariah itu.

Masya ALLAH, inilah kali kedua saya diingatkan tentang kematian di hari raya. Kejadian dua tahun lalu masih membekas dalam ingatan (kisahnya bisa dilihat disini). Dan kali ini, kembali Allah menegur, tidak hanya saya dan keluarga, tetapi juga ribuan jamaah yang ‘memutihkan’ alun-alun kabupaten Majalengka di pagi hari yang fitri itu.

Persoalan hidup dan mati berada diluar jangkauan kekuasaan manusia. Tidak ada yang bisa memprediksi kapan maut menjemputnya. Tidak ada yang dapat mengetahui dalam keadaan apa malaikat Izrail memanggilnya. Tidak ada yang menerka seberapa bahagia atau justru seberapa tersiksanya ia menghadapi sakaratul maut. Tidak ada yang tahu kecuali Ia yang Maha Mengetahui. Tidak ada yang tahu kecuali Ia tempat kembali.

Jadi teringat dengan ucapan seorang hafidzhah, “Jangan terlalu cepat memberikan penilaian pada seseorang. Seseorang itu baru bisa kelihatan dia orang baik atau nggak, setelah kematiannya,” hmm..sangat layak untuk direnungi sepertinya :)

Ya Rabb, muliakanlah hidup kami dan matikanlah kami dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin

Wallahualam bisshawwab.

2 Comments »

Kontemplasi

Seharusnya saya sedang mengerjakan tugas liburan, tapi tangan saya tiba-tiba memaksa saya untuk menulis, entah apa namanya karena saya tidak tahu ingin menulis  apa :D

Uhm, sejujurnya saya merasa malu sekali. Malu pada diri saya sendiri. Komitmen yang dulu pernah tersemat dalam hati untuk rajin menuangkan tulisan setidaknya pada folder pribadi di –bukucatatan- saya ternyata tidak juga terlaksana. Sebagaimana halnya sejumlah mimpi yang saya tuliskan ternyata masih berkelumit di batas angan-angan saya. Hmm, tetapi tunggu dulu, mohon maaf untuk kata2 saya barusan, izinkanlah saya meralatnya.Tidak seharusnya saya berkata semuanya masih dalam angan-angan, tetapi insya ALLAH semuanya sedang dalam proses, ya, proses seorang manusia yang ingin sekali mewujudkan mimpi-mimpinya. Merubah rangkaian mimpinya menjadi sebuah episode kehidupan yang kelak akan disambanginya. Tentu, semua atas kehendak tuhannya. Berharap kolaborasi dari ikhtiar dan doanya kemudian di-acc oleh Tuhan menjadi takdir baginya.

Tapi Allah selalu mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya..

Ia lebih mengetahui apa yang saya butuhkan, meskipun hal tersebut tak pernah terbesit sekelebat pun dalam benak saya.Allah mungkin tidak hanya ingin menilai seluk beluk proses manusia dalam menggapai mimpi, tetapi lebih dari itu, Dia juga ingin mengetahui berbagai ekspresi manusia dalam menerima segala akhir dari ikhtiarnya. Planning yang disusun-Nya selalu saja jauh lebih matang, karena tidak hanya melibatkan pelajaran di masa lalu, kondisi di masa kini, dan jauh dari label ‘proyeksi’ hasil terka makhluk bernama manusia karena Dia benar2 mengetahui persis apa yang akan terjadi pada hamba-Nya di masa yang akan datang. Sekekeuh apapun kita dengan rencana kita, sehebat apapun rencana yang kita miliki, percayalah, pada akhirnya hanya rencana-Nya lah yang akan terjadi..

Hmmmm, jadiii..apakah impian-impian itu masih saya butuhkan? Iya saya masih membutuhkannya, hingga saat ini dan seterusnya saya rasa saya benar2 membutuhkannya. Karena hidup dengan impian itu lebih indah. Bikin hidup lebih hidup,kata sebuah iklan. Bikin hidup kita lebih terarah, mencoba mengetahui harapan saya apa dan bagaimana mendapatkannya. Tetapi jika harapan itu semu, jauh dari realitas, dan hanya membuat hidup saya makin tidak produktif karena hanya dipenuhi dengan lamunan, saya harus menghindarinya..sebab Rasulullah pun melarang umatnya untuk berangan-angan yang berlebihan.

Huuffhh..*tariknafas* Baiklah, saya jadi semangat lagi nih  :D bismillah.. wahai diri yang penuh kefakiran, jangan pernah bosan positive thinking terhadap rencana-Nya ya! Hadirkan Dia selalu dalam setiap rencana kita, dalam setiap langkah kita, dan dalam doa panjang kita maka insya ALLAH segala sesuatu yang terjadi tak lepas dari pengawasan dan ridha-Nya. Bersyukur sejauh apa pun pencapaian yang telah kita dapatkan. Dan berterimakasihlah atas keberadaan orang-orang disekitar yang telah tulus menyokong kita meraih cita-cita dan membuat hidup menjadi lebih indah. Terus berusaha. Hingga lelah itu lelah mengejarmu. Takut itu takut menghantuimu. Pesimistis itu pesimis mengikuti jejakmu. Hingga kau bisa melepas penatmu di tempat peristirahatan terindah; syurga-Nya..:)

Bismillah..luruskan niat..perbaharui semangat..^^

No Comments »

Jejak yang Tak Terhapus Masa : Mengenang Ustz. Yoyoh Yusrah

Subhanallah..sangat inspiratif..usai membaca artikel dari eramuslim ini, jujur seketika saya sangat merasa kehilangan beliau, sampai2 nggak kerasa menitikkan air mata di penghujung berita, sungguh haru sekali ya Rabb..padahal secara fisik saya belum pernah bertemu dengan beliau..insya ALLAH ia menemui-Mu dalam kondisi keimanan terbaik,segala kebaikan dan karyannya selama hidup telah banyak meninggalkan jejak di hati banyak orang yang tulus mencintainya…Allahummaghfirlaha warhamha wa ‘afiha wa’ fuanha..

Ustadzah Yoyoh: Penjaga Hati Para Ummahat

sumber: eramuslim

“Semoga kita mampu mengikuti jejak dan kiprah beliau dalam dakwah ini…” demikian curahan hati seorang kawanku Nurmala dalam statusnya di Facebook. Hatiku membantah, sosoknya terlalu ‘sempurna’, beliau begitu mampu mengerjakan apa saja yang tidak mampu dikerjakan orang lain.

Beliau mengerjakan semua pekerjaan yang dilakukan oleh lebih dari 10 orang. Terlalu jauh bagiku atau kita untuk mengejar apa yang telah dilakukan, sosoknya terlalu sempurna… Bagiku… beliau adalah… penjaga hati para ummahat.

Bila ada ummahat yang sakit hati atau disakiti, maka beliau menjadi bahu sandarannya, ucapannya penguat dan disingkirkannya semua beban persoalan lain, termasuk persoalan dirinya hanya untuk menampung masalah dakwah dan pribadi para ummahat seakan-akan masalah pribadi ummahat adalah masalah yang terpenting dan tergenting di dunia ini.

Dan hal ini mendatangkan rasa aman dan nyaman bagi para muslimah disekelilingnya. Beliau selalu siap untuk didatangi, diajak, ditelepon, di-SMS, diganggu walau malam hari sekalipun.

Terkadang, aku bingung. Kapan beliau tidur? karena handphonenya selalu siaga untuk menjawab sms yang masuk setiap waktu, walau pukul 3 pagi sekalipun. Padahal, masih teringat kuat dalam benakku, suatu ketika beliau baru pulang pukul 00.30 dini hari demi menunaikan tugas dakwah yang begitu melelahkan. Namun demikian, beliau menjawab dengan cepat ketika di sms pada pukul 3 pagi… Subhanallah… Padahal jawaban yang dinanti bisa saja dibalas di pagi hari setelah matahari datang.

Wanita yang solihah itu, yang akrab dipanggil Ummu Umar, Ustadzah Yoyoh, selalu mengutamakan diri kami, mengutamakan masalah-masalah orang lain, selalu menjaga hati kami agar tidak pecah. Hati-hati yang seringkali berdarah dan luka karena berbagai macam persoalan dan masalah. Maka hati-hati itu selalu menjadi segar seperti bunga yang disiram air mawar, kembali tumbuh dan kuat untuk menempuh apapun cobaan di dunia ini. Sungguh, kehilangan yang amat sangat.

Kadang aku heran, kepada siapa engkau mengadu ketika banyak masalah berdatangan menghampiri. Ketika kutanyakan hal itu baik-baik, dengan tegar engkau selalu mengajak kami kembali pada Allah, dan menyerahkan segalanya pada Allah. Engkau selalu tampil dimuka mendukung dan mensupport siapa saja dengan caramu yang indah, yang tidak menyinggung hati siapapun, yang selalu tersenyum walaupun disakiti, yang selalu sabar dan menganggap semua cobaan hidup ada jalannya.

Benar katamu, setiap peluru di Palestina sudah ada pasangannya masing-masing, itulah yang membuatmu tak gentar sedikit pun ketika harus berangkat ke Palestina dan mengajak kami semua kesana menyemangati para muslimah disana, menjenguk pabrik roti yang sedang kita buat, dan berbincang-bincang, dengan janji untuk menyebarkan pada siapa saja tentang perjuangan Palestina.

Batinku pagi ini, siapa yang akan menggantikan sosokmu yang begitu sempurna?

Ummahat di Palestina, begitu mereka sangat kehilangan dirimu, PASTI! Dimana mereka membutuhkan sekali kehadiranmu, LAGI dan LAGI!… Dengan semangatmu yang membara, itu semua membuat mereka bahagia. Ada banyak muslimah yang diwakili dirimu, bersedia menanggung beban dan membawa doa bagi rakyat Palestina.

Aku tahu, di MATAMU ADA CINTA yang menyorot lembut ketika berkisah mengenai dakwah dan perjuangan umat Islam dimana-mana, dari Indonesia sampai Palestina. Sosokmu demikian sempurna, hatimu begitu lembut, engkau adalah guru, kakak, murobbiyah, da’iyyah, sahabat, juga kawan perjalanan yang sudah sampai pada hari terakhir yang dijanjikan…

Allah sayang padamu dan mengetahui engkau menyimpan beban yang teramat berat dan maksimal. Tugasmu di dunia selesai sudah, dan bergembiralah menjadi salah seorang syuhada, dengan caramu, tatapanmu, dan juga semangatmu yang membekas dihati siapa saja yang pernah dekat denganmu.

Bagiku, tiada siapa yang mampu menggantikan dirimu, letakmu ada di dalam hatiku yang paling dalam, melekat erat tak tergoyahkan. Kepergianmu membuat banyak orang terhenyak, namun salah satu ciri orang soleh adalah kepergiannya membuat orang merasa sangat kehilangan, membuat orang menjadi ingin berbuat baik, membuat orang hanya ingat pada kebaikannya saja.

Selamat jalan guruku, sahabatku, murrobiyahku, naqibahku, kecintaanku, tempat dimana aku menangis, dan kau adalah ciptaan Allah yang merupakan segalanya bagiku. Sekali lagi ingin kukatakan, tempatmu ada dalam hatiku, dalam relung ujung dan dasar hatiku, takkan tergantikan oleh siapapun di dunia ini selain suamiku.

Engkau mujahidah dengan kualitas terbaik yang pernah kutemui di dunia ini.

Note : Dalam khayalku, mungkin kita akan berjumpa di sebuah pasar di surga di setiap jum’at. Dan engkau menubrukku sebagaimana engkau pernah menubrukku di depan Masjidil Haram sembilan bulan lalu dan memanggilku, ”Fiii, sama siapaaa…?” (bila harapan surgaNya kita tidak sama tingkatannya), atau “Assalamu’alaikum, ini ikan bakar dan gudeg, tolong kasih Mam Fifi yaa, buat anak-anak, bilangin (bisiknya lembut pada khadimahku), dari bu Yoyoh…” Begitu sering sekali beliau lakukan itu ketika pulang dari bepergian dakwah dan perjalanan yang jauh, memberi sesuatu yang sedap dimakan. “Untuk tetanggaku di surge,” pesannya diatas secarik kertas. Indah ungkapannya, masih terasa kuat menghujam di hati.

Potongan email Ustadzah Yoyoh sebelum beliau berangkat ke Sudan pada bulan Maret :

“Ketika mau naik pesawat saat petugas mengumumkan waktu boarding, saya menuju toilet terlebih dahulu untuk bersih-bersih dan berwudhu. Saya selalu berusaha menjaga wudhu karena saya ingin bila suatu saat saya dipanggil Allah SWT, maka saya dalam keadaan berwudhu. Kita menyadari bahwa hidup ini memang penuh misteri, kita hanya menjalankan program pilihan Allah, bukan pilihan kita. Sering kali kita membuat program detail untuk jangka pendek, menengah atau jangka panjang, baik untuk kepentingan pribadi atau kepentingan organisasi namun ternyata yang terealisir hanya beberpa persen saja dari yang kita rencanakan seperti yang dinyatakan dalam Al-Qur’an surah Luqman ayat 34,

Sesungguhnya Allah, Hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Luqman [31] : 34)

Potongan SMS Ustadzah Yoyoh pada beberapa sahabat :

Ya Rabb, aku sedang memikirkan posisiku kelak di akhirat…

Mengkaitkan aku dengan berdampingan penghulu para wanita, Khadijah Al-Qubro yang berjuang dengan harta dan jiwanya? Atau dengan Habsah binti Abu Bakar yang dibela oleh Allah saat akan dicerai karena Showwamah dan Qowwamahnya? Atau dengan Aisyah yang telah hafal 3500-an hadist, sedang aku… ehm.. 500 juga belum.. atau dengan Ummu Sulaiman yang shobiroh atau dengan asma yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dari jihad… atau dengan siapa ya?

Ya Allah tolong beri kekuatan untuk mengejar amaliyah mereka.. sehingga aku layak bertemu mereka bahkan bisa berbincang dengan mereka di taman firdausmu.

“Jiwa yang bebas terbang ‘tuyuur’ (terbang dengan bebas seperti burung) untuk mentaati perintah Allah tanpa dipenjara oleh fisik dan lain-lain.” (Yoyoh Yusroh)

*        *       *

Ya Allah,bekal apa saja yang sudah kusiapkan untuk menghadap-Mu?

2 Comments »

Personal Branding (Catatan Kuliah Umum Marketing Management)

Bismillahirrahmanirrahim.

Sabtu ini saya awali dengan permohonan maaf karena tidak dapat hadir pada walimahan dua teman di lokasi yang berbeda; Jakarta dan Padang. Namun begitu, semoga  doa saya untuk kedua mempelai yang sedang berbahagia dapat tersampaikan melalui pesan teman yang hadir dan perantara malaikat2 yang mengamininya,amiin.. (Special to Inayah Askar dan Siti Rahma ^^).  Hari ini ada sesi kuliah Marketing Management dengan dosen tamu dari  jam 10 sampai jam 12 siang. Awalnya sempat bimbang juga buat datang karena dari tengah malam benar2 merasa kurang sehat, tapi berhubung  Allah masih ngasih kekuatan untuk  bisa jalan dan gerak-gerik ditambah lagi tinggi nya ketertarikan saya buat mata kuliah yang satu ini (however this is my favourite class,hehe). Alhamdulillah saya sangat menyukai tema yang dibahas, dan kemudahan yang diberikan-Nya begitu hangat dirasa , sehingga ditengah2 kuliah dengan izin-Nya si sakit itu berangsur-angsur pergi juga (Huuffh,Terimakasih,Ya Syafii:D ).

Kuliah marketing kali ini memang sedikit berbeda. Kami menggunakan seminar room karena kapasitas ruangannya lebih besar sehingga bisa memuat dua kelas sekaligus (eksekutif dan reguler B). Selang lima-sepuluh menit menunggu, akhirnya pembicara yang dinanti pun tiba. Beliau adalah Bapak Purwa Caraka. Performance-nya sangat khas, seperti yang tidak asing kita lihat pada pergelaran musik yang disiarkan berbagai stasiun tv. Berhubung beliau diundang menjadi guest lecturer untuk topik “Personal Branding”, maka kapasitas beliau saat itu bukan lagi sebagai seorang komposer atau musisi, melainkan seorang praktisi usaha di bidang pengajaran musik. Beliau adalah owner dari Purwa Caraka Music Studio, yang saat ini sudah memiliki 80 cabang usaha yang tersebar di berbagai kota di Indonesia dengan lebih dari 2000 karyawan. Memiliki pengalaman operasi selama 23 tahun membuat Purwa Caraka berhasil meraih market share yang cukup tinggi di industri pengajaran musik Indonesia dewasa ini.

Kuliahnya berlangsung santai dan terkadang diselingi oleh humor2 pak Purwa yang membuat hadirin lepas tertawa. Beliau memulainya dengan melempar pertanyaan “Apa yang membedakan rumah makan padang  yang satu dengan yang lainnya?” baca selengkapnya

No Comments »

Tempat Belajar Desain di Bandung

Akhir2 ini ini motivasi untuk menekuni dunia desain dan ‘perjahitan’ jadi makin bertambah, membayangkan sepertinya seru juga  seandainya bisa punya kabisa desain dan jahit sekaligus. Sebagai perbandingan, kalau di Jakarta, kita mungkin sudah banyak mengenal sekolah mode yang  telah bertahun-tahun beroperasi dan nggak diragukan lagi kualitas lulusan-lulusannya, sebut saja Susan Budihardjo, Poppy Dharsono, Esmod, Bunka, dan lain-lain, tetapi sebagai konsekuensinya, harga yang dipatok pun sama ‘serius’ nya dengan program yang ditawarkan,hikkss..sulit dijangkau deh tepatnya >.<. Karena lokasinya yang jauh  pula (sebagian besar di Jakarta), jadilah tempat-tempat kursus jahit  yang dekat, murah tapi berkualitas yang menjadi sasaran saya saat ini :) . Harapannya, disamping untuk menambah keterampilan tangan, kemampuan menjahit nanti juga bisa dimanfaatkan untuk efisiensi (karena harga jahit sekarang ini makin mahal lho,buuu  >.<) dan juga investasi usaha, dimana dalam dunia usaha, masing-masing kita dituntut  tidak hanya sekadar menguasai teori saja, tetapi juga keahlian praktis yang dapat menunjang performa saat bekerja.

Umumnya, belajar mendesain dan belajar menjahit ada di dalam dua paket kursus yang terpisah, kecuali jika keduanya dimasukkan kedalam kurikulum pendidikan formal ataupun non-formal bersertifikat yang notabene membutuhkan waktu  yang nggak sedikit untuk menempuhnya (rata2 > 1 tahun).  Hmm..tapi, semoga aja berbagai pengetahuan tentang teknik menjahit yang nanti didapatkan di tempat kursus bisa memotivasi diri untuk lebih kreatif dalam  membuat desain pakaian, meskipun kalau tidak salah  biasanya diberikan materi pengantar mengenai pola desain terlebih dahulu :)

Ok. Langsung aja yuuk, berikut sedikit informasi lembaga pendidikan desain dan tempat kursus jahit di Bandung : baca selengkapnya

13 Comments »

SYUKUR

No Comments »

PARE #2 (HABIS)


Bismillahirrahmanirrahim.

Postingan ini masih seputar Pare, sebuah kecamatan yang terletak di kabupaten Kediri, Jawa Timur. Hmm kalau menurut saya, Pare yang dikenal sebagai Kampung Wisata Bahasa ini sebenarnya tidak hanya cocok dijadikan kota wisata edukasi saja,tetapi juga bisa dijadikan rekomendasi tempat kuliner yang asyik khususnya bagi teman-teman pencinta kuliner lhoo d ^___^ b. Berikut sedikit gambaran mengenai Pare yang saya rangkum berdasarkan pengalaman saya 3 minggu berlibur disana:

1. TATA RUANG WILAYAH

Hmm.. bingung mencari istilah yang tepat; tata kota, tata wilayah, atau apalah namanya…hehe,yang pasti secara administratif Pare adalah kecamatan dan bukan merupakan sebuah kota. Terletak 25 km sebelah timur laut Kota Kediri, atau 120 km barat daya Kota Surabaya, wilayah yang dikenal dengan oleh-oleh tahunya ini berada pada jalur Kediri-Malang dan jalur Jombang-Kediri serta Jombang – Blitar. Berhubung saya hanya mengunjungi beberapa desa dari buanyaak desa yang terdapat di kecamatan Pare,jadi yang saya maksud disini sebenarnya terbatas pada daerah –daerah yang saya kunjungi saja ya,hehe (kok kesannya maksa yaa? ^_^’ ) . Saya menyukai tata wilayahnya secara keseluruhan. Di Pare,khususnya desa Tulungrejo, berbagai bangunan dan rumah penduduk secara umum sudah tertata rapi dengan ketersediaan area hijau hampir di setip rumah. Pada beberapa radius tertentu, saya masih bisa menemukan hamparan sawah yang luas terbentang ataupun kebun-kebun warga yang menghijau. Sesekali saya juga menemukan hewan-hewan ternak yang sedang digiring oleh pemiliknya menuju kandang,hehe. Disini banyak rumah penduduk pribumi yang akhirnya menjadi multifungsi karena juga dijadikan sebagai tempat kursusan, kos-kosan, atau warung makan. Tidak banyak ditemui jalanan utama (jalan raya) dimana banyak kendaraan jarak jauh seperti bis dan travel dapat berlalu lalang. Bersepeda di jalan raya pun tidak terlalu berbahaya karena luasnya jalan dan jarangnya kendaraan besar yang melintas. Meskipun begitu, tentu saja  kita tetap perlu waspada dan memperhatikan ketentuan lalu lintas yang berlaku :)

2. TRANSPORTASI

Sepeda adalah primadona alat transportasi yang digunakan di kampung Pare. Pada umumnya, teman-teman yang datang ke Pare akan memilih sepeda sebagai alat transportasi yang murah meriah untuk mengakses tempat-tempat kursus yang berjarak jauh dari kosan. Biaya sewa sepeda di Pare tergolong murah,hanya berkisar 40 ribu hingga 50 ribu rupiah per bulannya. baca selengkapnya

No Comments »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.